Almamater Olympiad 2026 menjadi momentum penting bagi keluarga besar alumni Pondok Modern Gontor di Mesir. Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur atas 100 tahun Pondok Modern Gontor sekaligus sarana memperkuat ukhuwah antar mahasiswa Indonesia di Kairo.
Ketua pelaksana, Ahmad Nouval Hibrizi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad Gontor yang digagas oleh para alumni di berbagai negara.
“Almamater Olympiad ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas 100 tahun Pondok Modern Gontor. Kami ingin memaknai momen ini secara bersama-sama, bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai ungkapan syukur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak semata berorientasi pada kompetisi, melainkan juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan solidaritas, serta internalisasi nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan di kalangan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Banat, Asteria Qatrunnada yang akrab disapa Ka Riri, menjelaskan bahwa pada momentum 100 tahun Gontor ini, cakupan kegiatan diperluas dengan melibatkan berbagai almamater mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Pada peringatan 100 tahun Gontor ini, kami ingin membuka ruang kebersamaan dengan mengundang almamater lain agar dapat merasakan semangat yang sama bersama IKPM,” jelasnya.
Sebanyak puluhan almamater turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan ratusan peserta yang terlibat dalam berbagai cabang lomba. Kompetisi tersebut terbagi ke dalam beberapa kategori utama, yakni Olah Raga, Olah Rasa, Olah Fikir, Olah Dzikir, Kepramukaan, E-Sport, serta Digital Art.
Pada kategori Olah Raga, berbagai cabang seperti mini soccer, voli, basket, badminton, tenis meja, panco, billiard, dan tarik tambang menjadi ajang unjuk kemampuan peserta. Sementara itu, kategori E-Sport diisi dengan kompetisi Mobile Legends, e-Football, dan PS Console yang turut menarik antusiasme peserta.
Kategori Olah Rasa menghadirkan ruang kreativitas melalui lomba tumpeng, tari daerah, kaligrafi atau khot, serta karikatur. Adapun Olah Fikir menjadi wadah pengembangan intelektual melalui cerdas cermat, stand up comedy, dan pidato.
Pada sisi keislaman, Olah Dzikir diisi dengan perlombaan MHQ dan MTQ sebagai bentuk penguatan nilai spiritual. Sementara itu, kategori Kepramukaan menguji ketangkasan dan keterampilan melalui morse, semaphore, sandi-sandi, peta buta, hingga skill menyeluruh. Kegiatan turut dilengkapi dengan Digital Art yang mencakup fotografi dan videografi.
Kegiatan yang berlangsung selama 12 hari ini juga melibatkan sekitar 140 panitia yang seluruhnya berasal dari mahasiswa IKPM tanpa keterlibatan pihak eksternal, mencerminkan kuatnya semangat kemandirian dalam pelaksanaan acara.
Panitia menegaskan bahwa keberagaman cabang lomba tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan potensi mahasiswa secara holistik, mencakup aspek fisik, intelektual, spiritual, serta kreativitas.
“Yang ingin kami tekankan bukanlah sekadar kategori lomba, melainkan nilai persatuan di dalamnya,” tegas Ka Riri.
Sebagai identitas kegiatan, panitia menghadirkan maskot LUBY, seekor panda yang merepresentasikan keunikan sekaligus kekuatan, sejalan dengan semangat luminous and brave yang diusung dalam pelaksanaan acara.
Apresiasi turut disampaikan oleh MC internasional, Ustaz Nadhir, yang menilai Almamater Olympiad 2026 sebagai kegiatan yang mampu menghadirkan atmosfer kebersamaan yang kuat di tengah keberagaman almamater mahasiswa Indonesia di Mesir.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi penguatan solidaritas mahasiswa Indonesia di Mesir serta berkelanjutan dalam bentuk kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Almamater Olympiad 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga simbol persatuan dan ruang pengembangan potensi mahasiswa Indonesia di Kairo.
“Feel the vibes, bring the fight.”