Radio PPMI Mesir

Oleh: M. Lazuardi Imani

Indonesia jangan cari panggung dalam kepentingan internasional”, Menuai beberapa kritik yang tajam dari Masyarakat maupun akitivis, baik komentar positif ataupun negatif, yang mana yang benar?

Boni Hargens seorang pengamat politik mengatakan bahwasanya batik itu khas negara Indonesia kita bergeser ke barat sebentar masih Indonesia ke timur sebentar tetaplah Indonesia.
“Nah itulah prinsip bebas aktif Indonesia” Ujarnya dalam INEWS TV dalam program RAKYAT BERSUARA pada selasa (10/26)
Ia mengatakan bergabungnya Indonesia ke Board of Peace harus dibaca secara komperehensif dengan pikiran terbuka dan juga Nalar tidak boleh disatukan dengan prasangka.

Keputusan pemerintah Indonesia ini dianggap sebagai keputusan yang positif karna Indonesia berpotensi akan menjadi Pemimpin Global South (Negara Negara Selatan)
Andi dalam sela sela pembahasannya bertanya “Bagaimana bisa masuk ke sebuah wadah yang mendamaikan tapi dari sisi penjajah?” itulah narasi yang berkembang.
Ini dianggap sebagai statement yang tidak masuk akal karna dengan tidak adanya palestina didalam BOP (Board of Peace) juga ini cukup menimbulkan banyak pertanyaan publik.
Menurut Boni, pemerintah pasti memperhitungkan segala sesuatu sebelum dibuat Keputusan untuk bergabung dengan BOP.

“Kita tidak berburuk sangka terhadap pemerintah, kita percaya pemerintah memiliki niat baik, yang tidak kita percayai itu adalah amerikanya” Ustadz Husein Gaza, Seorang pengamat aktivis Timur Tengah dalam menanggapi isu BOP
Menurutny Amerika merupakan kekuatan yang tidak pantas untuk membahas tentang perdamaian melihat selama ini apa yang telah diperbuat olehnya.
Sebagaimana termaktub di pembukaan UUD 1945 “Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa , Dan karna itu Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karna tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan” Ujar Pak Ikrar Dubes RI untuk Tunisia untuk 2017-2021.
Boni hargens mengira jika lembaga ini (BOP) dibentuk untuk pihak diluar palestina maka presiden kita tidak mungkin ikut bergabung dalam organisasi tersebut dan dia menyebutkan bahwasanya Indonesia dapat berpotensi menjadi katalisator yang menjembatani barat dan timur kelompok Islam dan non Islam, maka itu termasuk pilihan yang strategis.

Muncul narasi di media sosial banyak orang yang menyerang BOP dengan isu Makan Bergizi Gratis.
Perwira tinggi TNI mengatakan Indonesia boleh bergabung dalam pasukan atau organisasi jika itu berada di bawah naungan PBB.
Sebenarnya Board of Peace itu dikeluarkan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Trump mengambil istilah board of peace itu sudah keluar dari tujuan yang dirancangkan oleh Organisasi Konferensi Islam.
Ulta Venia salah satu Tenaga Ahli Utama KSP berpendapat agar kita bisa memberi waktu setidaknya setahun kemudian setelah itu bisa menarik diri dari BOP.
Bung feri mengatakan “Di Pasal 11 itu kurang lebih, presiden dalam menjalankan tugas internasionalnya harus melalui persetujuan DPR”
Menurutnya presiden dengan ikut serta dalam BOP itu sudah termasuk melanggar konstitusi karna tidak adanya ratifikasi pengesahan DPR di dalamnya.
Muhammad Husein Gaza seorang aktivis Pro Palestina berpendapat kenapa kita menutup mata bahwasanya Trump tidak ada niat untuk mendamaikan Palestina Israel ,Betapa banyak resolusi PBB keluar tahun 67 tahun 68 ada resolusi 149 jelas mengatakan bahwa para pengungsi Palestina kembali ke tanah Mereka ,kemudian tahun 67 nomor 242 menjelaskan Israel mundur dari garis perbatasan, ini sebetulnya tinggal di eksekusi saja tapi kenapa Amerika ini malah melakukan veto? artinya memang jelas sekali Amerika tidak pernah menginginkan Palestina itu merdeka.
Sampai sekarang belum ada tujuan pasti mengapa Indonesia masuk ke Dewan Perdamaian (BOP).

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X