Radio PPMI Mesir

NOW AIRING : Loading ...
EDUCATION

Tembus Nilai Mumtaz Terus- Menerus di Azhar University, inilah rahasianya

Sabtu,29 September 2019

RadioPpmiMesir — Cairo, kebanyakkan Orang-orang ada yang bilang, bahwa ujian di Al-Azhar University terbilang horor. Meskipun terbilang Universitas Islam tertua di Dunia,Universitas Al-Azhar pun tak segan-segan memberikan rosib (tidak naik semester) bagi mahasiswanya yang tidak sungguh-sungguh dalam belajarnya,dan harus mengulangi ke semester sebelumnya. Bukan hanya itu,di Universitas yang disebut Kiblatul al-Ilm, suka Memberikan hal-hal yang sangat tak terduga, sehingga jangan pernah kalian berani menyepelekannya. Karna,bisa saja teman yang kita kenal sangatlah pandai dan selalu mendapatkan peringkat pertama tiap tingkatnya sejak Aliyah ataupun SMA, Akan menjadi biasa-biasa saja jika sudah masuk Universitas Al-Azhar ini. Meskipun sepandai-pandainya kalian, jika tanpa adanya Muamalah dan kurang dalam berkomunikasi kepada Sang Khaliq,Al-Azhar akan memutar balikkan semua keadaannya.

Meskipun ujian Al-Azhar terbilang horor,banyak sebagian para pelajar Indonesia yang mampu mendapatkan predikat Mumtaz ( nilai tertinggi). Sehingga, mereka mampu lulus melewati ujian Al-Azhar baik dalam bentuk rohani maupun jasmani. Seperti kita lihat sosok Azhariyah, (Mahasiswi Indonesia di Mesir) Nurul Aini Azizah,LC.,yang sangat cerdas dan bersinergi. Beliau semasa hidupnya selalu mendapatkan peringkat Mumtaz di setiap tingkatan (satu tingkat terdapat dua semester) yang sangat sukar diperoleh Para Penuntut Ilmu Al-Azhar University. Beliau memberikan rahasia bagaimana cara bisa menembus Mumtaz berturut-turut pada Acara Grand Opening dan Takrim Mutawafawwiqin Ushuluddin pada Sabtu lalu,(21/09) di Madraj Imam Bukhari,Kulliyah Banin,kawasan Darrasah.

Beliau memberikan bocoran seputar bagaimana caranya bisa menembus peringkat mumtaz di setiap semesternya. Berikut ada 12 point agar bisa mencetak Mumtaz berturut-berturut,diantaranya adalah:

1.Kenali diri sendiri

Beliau mengatakan bahwa, sebagai thulab sudah seharusnya kita mengetahui passion,cara kita belajar dalam memahami kitab-kitab turats. Karna,memang setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Seperti kita dapati seseorang yang ketika membaca muqorror (kitab-kitab yang biasa dipakai di AL-Azhar University) yang mempunyai daya ingatnya sangat kuat sehingga langsung cepat memahaminya, begitupula ada juga yang membutuhkan waktu jangka yang sangat panjang sehingga dapat bisa memahami muqorror tersebut. Itulah termasuk point penting agar bisa mengetahui bagaimana cara kita belajar dengan menyesuaikan diri sendiri.

2.Jangan bandingin kita dengan orang lain.

Justru kita sebagai Penuntut Ilmu, ketika melihat seseorang lebih dari kita,baik dari intelektual ataupun segi keilmuan Agamanya. Jangan menjadi diri kita menjadi minder,selalu berpikiran tidak mampu, justru membuat kita semakin tidak berkembang dan berujung dengan kata menyerah. Dengan adanya kelebihan temen kita justru memberikan hal yang berdampak positif,sehingga termotivasi untuk terus belajar dan belajar.

3.Koreksi niat

Segala sesuatu apa yang dikerjakan pasti punya tujuan. Dan segala tujuan selalu disertai niat. Kita sebagai Thullabul ilm dalam mencari ilmu harus dengan tujuan niat karna Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan semata. Jika mendapatkan nilai Jayyid Jiddan atau Mumtaz, itu hanyalah sebagai bonus dari Allah SWT. Selebihnya segala sesuatu terutama dalam menggali ilmu,harus didasari dengan keikhlasan. Karna,jika niat nya bukan karna Allah SWT, segala sesuatu semuanya menjadi sia-sia.

4.Cari tempat yang nyaman untuk belajar

Sama seperti di point sebelumnya, bahwa dalam belajar juga harus mengenali passion kita kayak bagaimana. Di point ini juga sama, dalam belajar juga kita harus nyari tempat yang nyaman untuk dijadikan belajar, dengan tujuan agar ilmu kita mudah terserap. Karna belajar seseorang juga butuh tempat tersendiri untuk nyaman belajarnya.

5.Buat ringkasan

Dalam pembelajaran juga, dianjurkan membuat ringkasan pribadi, agar menjadi praktis dibawa kemana-mana ketika sedang mudzakarah (belajar bareng-bareng) dibanding membawa setebal kitab yang membuat kita pusing ketika membacanya. Jika kita malas meringkas semua pelajaran dalam semua kitab yang tebal, lebih baik meringkas pelajaran-pelajaran yang sangat sulit dipahami bagi kita, agar kita menjadi mudah memahami secara maksimal.

6.Pentingnya muhadharah (kegiatan belajar mengajar)

Dalam dunia perkuliahan di Al-Azhar, diwajibkan mengikuti muhadharah meskipun tidak pernah ada jadwal absen seperti di Universitas pada umumnya,dikarenakan banyaknya Thullab Azhar dari berbagai belahan dunia. Disitulah keunikkan Universitas Kiblatul Ilm dibanding dengan Universitas yang lain. Meskipun tidak pernah ada absensi kuliah, disitulah kita diuji sebenarnya. Karna,semakin sering datang muhadharah, semakin kita membuka cakrawala pemahaman dalam memahami ilmu tersebut. Meskipun pada dasarnya, kita kurang memahami ilmu tersebut yang memang kebanyakkan gurunya selalu menggunakan Arab ammiyyah dibanding fushah. Meskipun begitu,justru melatih pendengaran kita dalam memahami bahasa Arab dan juga didalamnya terdapat washilah antara guru dan murid sehingga memudahkan dalam memahami ilmu tersebut.

7.Pintar dalam membagi waktu

Di Al-Azhar, kita sangat dituntut dalam mengatur waktu. Baik kuliah,talaqi ataupun kegiatan yang lain. Jika kita tak bisa terus mengatur waktu secara teratur, semuanya akan berantakan nantinya. Apalagi, jika kita dihadapkan dengan ujian nantinya. kosongkanlah segala talaqi ataupun kegiatan luar mu selama minimal 2 bulan sebelum ujian tiba, agar bisa fokus terhadap ujian nantinya. Karna,ketika detik-detik ujian, kita seharusnya sudah bisa memainkan waktu. Dan muqorror harus ditargetkan,selama dua jam sudah bisa baca dua halaman kitab, sehingga ketika sudah dua minggu sebelum ujian,sudah timggal muroja’ah (mengulang) saja. Karna, sudah dibaca berkali-kali.

8.Bimbel atau belajar sendiri

Meskipun sudah paham, jangan pernah merasa diri ini sudah mampu. Karna,jika sifat ini sudah menjalar ke tubuh, seperti sudah merasa cukup atas ilmu yang dimiliki,sehingga menjadi sifat takabbur. Karna, Azhar enggak memandang siapa yang mampu. Justru,yang merasa jawabannya yang paling benar, dan ternyata hasilnya tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh karna itu, jangan pernah menumbuhkan jiwa merasa mampu. Justru, kita selalu berinteropeksi diri dengan cara melakukan bimbel belajar bersama kawan. Baik dilakukan di Almamater,kekeluargaan dan senat dari setiap masong-masing fakultas mengadakannya. sehingga waktu luang,bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat.

9.Menjawab soal dengan tertib

Ketika ujian tiba, jangan pernah lupa sertakan dengan awalan basmalah sholawat. Bayangin saja, kalo kita yang mengoreksi . Dan menulisnya harus besar hurufnya, memakai spasi dan rapih. Karna, biasanya ada dukturah yang memberikan nilai bonus karna ketertibannya dalam penulisannya.

10.Muraja’ah jawaban

Jangan lupa, ketika selesai ujian dan sudah benar-benar yakin dengan hasil jawaban ujian tersebut, usahain di ulangi terus minimal tiga kali pengulangan selagi ada waktu banyak.

11.Do’a Orang Tua dan bersedekah

Point ini merupakan salah satu faktor eksternal dalam mampu mengubahi nasib seseorang. Orang-orang banyak mengetahuinya bahwa, do’a orang tua adalah do’a yang paling mujarrab dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi ketika sedang berlangsung ujian, kita banyak-banyak minta maaf kepada orang lain atas apa yang kita perbuat terutama Orang Tua. Minta keridhoannya agar selalu dibuka pintu-pintu kesulitannya. dan jangan lupa kita berlomba-lomba dalam bersedekah meskipun itu uang fakkah (recehan) karna, siapa tau do’a fakir miskin diijabah oleh Allah SWT karna kita telah melakukan kebaikan.

12.Tawakal

Point terakhir ini dalam bentuk penyerahan kepada Allah SWT. Atas apa yang kita usahakan semaksimal mungkin, jangan lupa selalu melibatkan diri kepada Allah SWT dengan cara beribadahnya ataupun berdzikir. Semua dikembalikan pada Allah SWT, apapun hasilnya nanti.

disinilah 12 Point kiat-kiat agar bisa menembus Mumtaz terus -menerus dari Nurul Aini Azizah,LC. Semoga, dapat diaplikasikan dengan pengalaman yang dialami oleh beliau ini. karna, memang hidup itu sangat panjang dan butuh perjuangan.

(Maryatul)

Leave a Reply